Balai Bahasa Provinsi Jambi Berikan Layanan Ahli Bahasa untuk Kepolisian

Balai Bahasa Provinsi Jambi kembali menunjukkan kontribusinya dalam bidang layanan kebahasaan lintassektor. Pada Rabu, 14 Mei 2025, Muhammad Ikhsan, Widyabasa Ahli Muda, memberikan layanan ahli bahasa kepada Kepolisian Resor (Polres) Kerinci. Pelayanan ini merupakan bagian dari upaya penanganan perkara yang memerlukan analisis bahasa secara forensik. Layanan ini merupakan bentuk nyata dukungan Balai Bahasa Provinsi Jambi…

Balai Bahasa Provinsi Jambi lakukan Pengambilan Data untuk Buku Kuliner Tanjung Jabung Timur

Balai Bahasa Provinsi Jambi memberikan fasilitasi atas permintaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanjung Jabung Timur terkait penulisan dan penerjemahan buku kuliner daerah tersebut. Untuk melaksanakan layanan ini, Kepala Balai menugasi dua penerjemah ahli muda, yakni Lukman dan Ilsa Dewita Putri Soraya. Pengambilan data untuk keperluan penyusunan buku dilakukan pada Rabu, 14 Mei 2025, di…

Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SMA/SMK/MA Se-Provinsi Jambi 2025

Syarat dan KetentuanA. Petunjuk Umum Sekolah mengirimkan video penampilan satu tim musikalisasi puisi untuk diikutkan dalam Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SMA/SMK/MA Se-Provinsi Jambi Tahun 2025. Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran yang dapat diakses melalui tautan https://s.id/frmusikalbbpj2025 dengan melampirkan biodata peserta, surat tugas mengikuti kegiatan, dan surat keterangan dari kepala sekolah yang menyatakan bahwa siswa masih aktif…

Puisi Pilihan 10. Kuintet

KuintetNirwan Dewanto Namaku piano, dan bebilahku lelah oleh jemarimu. Namaku clarinet, dan mulutku mencurigai mulutmu. Aku teramat haus, tapi telingamu hanya menatapku. Baiklah, di bawah sorot lampu akan kupuja sepatumu. Di depan kita, mereka yang hanya membawa bola mata Mengira kita pasangan yang serasi meninggi menari. Tapi namaku biolin, dan betapa dawaiku sudah beruban. Dan…

Puisi Pilihan 9. Pada Sebuah Pulau

Pada Sebuah Pulau Goenawan Mohammad Badai hanya pulang gema, di sini, seperti ratap pulau dari karang-karang kambria yang gelap. Pantai mengangakan rahang, menelan waktu yang datang bertubuhkan gelombang Tanah melulur ekulaptus. Sejarah menembus. Pada batukapur tua ia menyusun sumber itu – yang akhirnya tak ada Beratus tahun kemudian ia pun kembali, jejak, kerak, sisa, tanda:…

Puisi Pilihan 8. Malam Maut

Malam MautToto Sudarto Bachtiar Karena laut tak pernah takluk, lautlah aku Karena laut tak pernah dusta, lautlah aku Terlalu hampir tetapi terlalu sepi Tertangkap sekali terlepas kembali Ah, malam, gumpalan cahya yang selalu berubah warna Beginilah bila mimpi menimpa harapan banci Tak kusangka serupa dara Sehabis mencium bisa mendera Karena laut tak pernah takluk, mereka…

Puisi Pilihan 7. Hara Semua Kata

Hara Semua KataAhmad Yulden Erwin Kesunyian kita Mungkin semacam prasangka Menduga-duga batas Sebelum semua berakhir Seperti letupan-letupan kecil Dan buih samudra, sebelum Sepasang tanda kembali berputar Di luar bahasa, ketika misteri itu Tak lain relung di hati kita Di dalamnya, maut pun lesap Menjelma cahaya Atau, mungkin, benih samsara Di dalamnya, kita akan sehalus sabda…

Puisi Pilihan 6. P.B.

P.B.Frans Nadjira Musim kupu-kupu musim terakhir yang menyapanya sebelum berlayar di laut gerimis. Ia mengenal isak ini warna kemarau dan tepi malam sampai ke batas paling hening. Karena ia peka Dan tak ada saat lewat tanpa menyentuh bahagian paling dingin dari angin bahagian paling asink dari garam ujung lidahnya. Buat kita semua Buat kita yang…

Puisi Pilihan 5. Pulang

PulangJoko Pinurbo Rinduku yang penuh pecah di atas jalanan macet sebelum aku tiba di ambang ambungmu. Kegembiraanku sudah mudik duluan, aku menyusul kemudian. Judul sajakku sudah pulang duluan, baris-baris sajakku masih berbenah di perjalanan. Bau sambal dan ikan asin dari dapurmu membuai jidat yang capai, dompet yang pilu, dan punggung yang dicengkeram linu, uwuwuwu…. Semoga…

Puisi Pilihan 4. Terima Kasih kepada Pagi

Terima Kasih kepada PagiSubagio Sastrowardoyo terimakasih kepada pagi yang membawa nyawaku pulang dari kembara di laut mimpi gelombang begitu tinggi dan bulan yang berlayar tenggelam di kelam badai terenggut dari pantai aku berteriak minta matahari pagi terimakasih jejak kaki masih tertinggal di pasir sepi Sumber: Sastrowardoyo, Subagio. 1995. Dan Kematian Makin Akrab. Jakarta: Grasindo.

Puisi Pilihan 3. Aku Melihat Hutan dalam Puisi

Aku Melihat Hutan dalam Puisi Irma Agryanti tapak kaki pemburu gema penutur suara liar adalah lolong anjing di kebun anggur desis ular menyusup perambah sarang taman kaktus dengan bangku tua di tepi jalan bersama jutaan titik cahaya inikah bahasa dalam bunyi aum? sumur sudah mati tapi dengung memantul-mantul ruang kedap udara rama-rama tersesat ke pinggiran…

Puisi Pilihan 2. Museum Masa Kecil

Museum Masa Kecil Avianti Armand Akhirnya museum itu dibuka kemarin. Tak banyak yang datang, Alamatnya agak susah dicari: Hujan, Gelas Susu Ke-3, satu belokan sebelum pagi. Di dalamnya dideretkan yang hilang dan yang ditemukan dari masa kecil. Sumber: Armand, Avianti. 2018. Museum Masa Kecil. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Puisi Pilihan 1. Lanskap Pantai

Lanskap Pantai Dorothea Rosa Herliany di seberang ombak dalam batinmu : langit-langit dan camar bersatu. nelayan-nelayan di atas sampan dan ikan-ikan di matanya. pada pantai-pantai bertebaran kerang, bangkai-bangkai, dan lumut. gemuruh dan gelisah, kau hikmati cakrawala, dan serakan hidup. di seberang ombak, dalam batinmu, langit dan camar-camar mengusung surat-surat kesedihan. kesunyian tak tertembus jiwa. kesunyian…

Sukma Pujangga

Sukma Pujangga J.E. Tatengkeng O, lepaskan daku dari kurungan, Biarkan daku, terbang melayang, Melampaui gunung, nyebrang harungan, Mencari Cinta, Kasih dan Sayang. Aku tak ingin dipagari rupa! Kusuka terbang tinggi ke atas, Meninjau hidup aneka puspa, Dalam alam yang tak terbatas… Tak mau diikat erat-erat, Kusuka merdeka mengabdi seni, Kuturut hanya semacam syarat, Syarat gerak…